HARGA PANGAN POKOK KABUPATEN BIMA 2015

Mar. 8, 2007


Posted by The Sophisticated Team of BKP
  1. Ketersediaan informasi pasokan, harga dan akses pangan

  2. Kegiatan Pemantauan dan Analisis Harga Pangan Strategis merupakan suatu upaya untuk memantau perkembangan harga bahan pangan pokok. Untuk target SPM meliputi 9 komoditi pertanian di tingkat produsen maupun ditingkat pedagang. 


    Hasil pendataan dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan dibidang ketahanan pangan.


    Image



    Hasil pendataan merupakan suatu gambaran dinamis harga pasar komoditi pertanian yang dapat memperlihatkan naik turunnya harga. Harga pasar dipengaruhibeberapa faktor antara lain masa panen, jarak dari lokasi produksi, iklim, geografi, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Pada saat panen raya harga turun sedang pada musim paceklik harga naik. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran laporan ini


    Target SPM adalah 90 persen. Sedangkan capaian untuk indikator ini sudah mencapai 274,07 persen. Dari 9 target komoditas, dapat dipantau secara lengkap untuk indikator harga dan pasokan selama 52 minggu.Sedangkan untuk indikator akses belum dapat direalisasikan untuk semua komoditi.Pengumpulan data harga dan pasokan dilaksanakan dalam bentuk harga harian, harga mingguan dan harga bulanan. Untuk informasi harga harian pelaporannya dilaksanakan oleh enumerator yang mengirimkan data harga ke pusat melalui sms center BKP Propinsi NTB. Informasi harga dikumpulkan ditingkat petani dan pedagang eceran.Untuk informasi pasokan juga dikumpulkan data harian yang dilaporkan dalam bentuk data harian, mingguan dan bulanan.Data pasokan dikumpulkan di pasar Tente. Idealnya, dengan mempertimbangkan rentang luas wilayah dan variasi harga bahan pangan pokok, maka titik pemantauan akses dan harga pangan perlu ditambah yaitu dipasar Sila untuk wilayah barat, pasar Tente untuk wilayah tengah dan pasar Sape untuk wilayah timur. Oleh karena itu pada tahun 2015 pemantauan harga pangan dilaksanakan pada 10 titik yang tersebar di beberapa wilayah seperti Kecamatan Woha, Kecamatan Lambu, Kecamatan Sape, Kecamatan Wawo, Kecamatan Langgudu, Kecamatan Lambitu, Kecamatan Wera, Kecamatan Bolo, Kecamatan Parado, Kecamatan Sanggar.

     

  3. Stabilisasi Harga Dan Pasokan Pangan

  4. Target SPM adalah 75 persen, sedangkan capaian untuk indikator ini sudah mencapai 100 persen. Hal ini disebabkan karena harga beras tidak mengalami fluktuasi diatas 25 persen selama lima tahun terakhir. Harga rata – rata beras selama lima tahun terakhir dapat dilihat pada grafik berikut:



    Gambar 5. Grafik Harga rata-rata beras Kab. Bima Tahun 2011 – 2015

    Upaya untuk menjaga kestabilan harga dan pasokan pangan terutama pangan pokok adalah dengan menerapkan kebijakan stabilisasi harga dan pasokan melalui mekanisme pemberian bantuan sosial penguatan modal gapoktan pelaksana Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) dan bantuan pinjaman modal Tunda Jual dan Lumbung pangan. Hal ini bertujuan agar kelompok dapat membeli beras pada saat panen raya dengan harga pembelian pemerintah (HPP) dan menjual kembali dengan harga yang lebih rendah kepada anggota kelompok.


    Untuk tahun 2011 sampai dengan 2015 Pelaksana LDPM yang bersumber dari APBD I adalah Gapoktan Mekar di Desa Rasabou Kecamatan Bolo, Gapoktan Karya Maju, dan Gapoktan Samakai di desa Tangga Kecamatan Monta, sedangkan untuk APBD II dilaksanakan oleh Gapoktan Tunas Harapan di Desa Woro Madapangga. Gapoktan Samakai untuk unit distribusi/pemasaran melaksanakan jual beli beras dengan rincian pembelian beras sebanyak 17,200 ton senilai Rp. 115.835.000,- dan terjual sebanyak 13,750 ton senilai Rp. 93.742.000,- Rata-rata pembelian beras Rp. 7500,-/kg dan penjualannya Rp. 8000,-/kg;Pada unit pengolahan/penggilingan melakukan pembelian gabah sebanyak 10,650 ton senilai Rp. 45.262.500,- dengan rata-rata pembelian Rp. 4.250,-/kg dan dijual dalam bentuk beras  sebanyak 6,922 ton senilai Rp. 47.069.600,- dengan rata-rata penjualan Rp. 8000,-/kg. Untuk unit Cadangan Pangan Gapoktan Samakai melakukan pembelian gabah sebanyak 7,950 ton sedangkan disalurkan sebanyak 4,950 ton gabah yang disalurkan ke anggota maupun ke pasar. Stok di gudang dalam bentuk gabah sebesar 3,0 ton. Untuk meremajakan stok gabah pada unit cadangan pangan dilakukan dengan menjual ke anggota yang kemudian setelah panen diambil kembali untuk LDPM dengan gabah yang baru sehingga stok yang ada digudang tidak mengendap terlalu lama.

LIHAT :