Tentang Kami

Pembangunan ketahanan pangan merupakan salah satu program wajib pembangunan nasional Indonesia. Hal ini mengingat karena ketahanan pangan erat kaitannya dengan stabilitas nasional, keamanan serta pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Oleh karena itu pembangunan ketahanan pangan memerlukan perencanaan yang terpadu dan terarah serta pengkajian – pengkajian yang cermat terhadap segala peluang dan tantangan yang akan dihadapi ditahun – tahun mendatang.

Kondisi pangan saat ini menghadapi tantangan tersendiri, baik berupa tantangan alam seperti kondisi iklim yang ekstrim yang menyebabkan bencana alam banjir serta kekeringan maupun tantangan sosial seperti faktor konflik dan keamanan. Selama tahun 2013 dan awal 2014 terjadi berbagai hal yang cukup memprihatinkan seperti bencana banjir diwilayah kecamatan Monta, Belo, Bolo dan Woha disebabkan tingginya curah hujan diwilayah tersebut. Selain itu alih fungsi lahan pertanian ke pemanfaatan non pertanian seperti pemukiman dan pertokoan menyebabkan jalur air berubah, menyebabkan air masuk kewilayah pemukiman, menerobos jalur-jalur irigasi tersier serta merusak lahan sawah dan perkebunan. Hal ini membutuhkan koordinasi yang baik terutama dengan dinas-dinas teknis yang mendukung terciptanya ketahanan pangan, juga dengan pihak lain serta masyarakat Kabupaten Bima pada umumnya.

Secara kelembagaan di Kabupaten Bima sendiri telah terbentuk SKPD Badan Ketahanan Pangan melalui Peraturan Daerah Kabupaten Bima Nomor 7 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan daerah Nomor 3 tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan, Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi Perangkat Daerah Kebupaten Bima. Sebagai SKPD yang berbentuk Badan maka pokok dan fungsinya bersifat koordinatif untuk mendukung kinerja SKPD teknis dalam meningkatkan kondisi ketahanan pangan di Kabupaten Bima.