Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Kabupaten Bima 2015

Mar. 8, 2007


Posted by The Sophisticated Team of BKP

Indikator ini menggambarkan Kualitas (keragaman dan keseimbangan) konsumsi pangan masyarakat kabupaten Bima yang ditunjukkan dengan nilai skor pola pangan harapan (PPH).
Pola Pangan Harapan adalah komposisi kelompok pangan utama yang bila dikonsumsi dapat memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi lainnya (FAO – RAPA, 1989), Sehingga Pola Pangan Harapan dapat diartikan sebagai susunan beragam pangan yang didasarkan atas proporsi keseimbangan energi dari 9 kelompok pangan dengan mempertimbangkan segi daya terima, ketersediaan pangan, ekonomi, budaya dan agama yang lazim disajikan dalam bentuk kalori dan protein.
Pola Pangan Harapan bertujuan untuk menghasilkan suatu komposisi norma (standar) pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi penduduk, yang mempertimbangkan keseimbangan gizi (nutritional balance) berdasarkan cita rasa (palatability), daya cerna (digestability), daya terima masyarakat (acceptability), kuantitas dan kemampuan daya beli (affortability).
Data terbaru untuk indikator Pola Pangan Harapan  diperoleh dari hasil Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS tahun 2015. Dari hasil tersebut diperoleh bahwa skor PPH tahun 2015 adalah 71,79. Nilai ini masih jauh dari target nasional yang harus dicapai pada tahun 2015 (skor 90). Namun skor tiga tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang menggembirakan. Kontribusi terbesar skor PPH masih disumbang oleh beras, hal ini menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap beras untuk konsumsi rumah tangga masih tinggi. Namun konsumsi bahan makan lain juga mengalami peningkatan, seperti ikan, buah dan sayur, hal ini menunjukkan bahwa pola konsumsi masyarakat sudah semakin beragam.

Tabel 1.Skor PPH tahun 2015

No.

 Kelompok Bahan Pangan

Energi (Kalori)*

 % AKG

 Bobot

 Skor riil

Skor PPH

 Skor Maks

 1.

Padi-padian

1479.80

74.0

0.5

37.0

25.0

25.0

 2.

Umbi-umbian

26.80

1.3

0.5

0.7

0.7

2.5

 3.

Pangan Hewani

148.90

7.4

2.0

14.9

14.9

24.0

 4.

Minyak dan Lemak

144.20

7.2

0.5

3.6

3.6

5.0

 5.

Buah/biji berminyak

21.90

1.1

0.5

0.5

0.5

1.0

 6.

Kacang-kacangan

62.90

3.1

2.0

6.3

6.3

10.0

 7.

Gula

39.50

2.0

0.5

1.0

1.0

2.5

 8.

Sayuran dan buah

79.20

4.0

5.0

19.8

19.8

30.0

 9.

Lain-lain

32.50

1.6

-

-

-

-

 

Jumlah

2035.7

92.5

71.79

100.0

 

Keragaman pola dan tingkat konsumsi pangan kabupaten Bima tahun 2015 dilihat dari kandungan gizi dan berat pangan yang dikonsumsi  mengalami peningkatan yang cukup berarti baik dari segi kuantitas maupun keragamannya. Namun disisi lain  Kelompok pangan padi-padian mengalami penurunan tingkat konsumsi yaitu dari 393,2 gr/kap/hr setara dengan kandungan energi 1559,4 kkal/kap/hr)  di tahun 2014 menjadi 352.5 gr/kap/hr (setara 1479 kkal/kap/hr) ditahun 2015. Kandungan protein adalah 31,6 grm/kap/hr mengalami peningkatan menjadi 37,0 ditahun 2015 dibandingkan dengan tahun 2014 sebesar 35,6 gr/kap/hr. Tingkat konsumsi kelompok padi-padian tersebut   terlalu tinggi jika dibandingkan dengan tingkat konsumsi ideal untuk padi-padian sebesar 1000 kkal/kap/hari atau setara dengan 275 gr/kap/hari.
Adapun perkembangan skor PPH selama tiga tahun terakhir dapat dilihat pada grafik dibawah ini dimana skor PPH mengalami trend perkembangan yang stabil naik. Namun kenaikan ini masih jauh dari target SPM (90). Hal ini menggambarkan semakin membaiknya pola konsumsi pangan masyarakat kabupaten Bima selama tiga tahun terakhir.Upaya kedepan adalah mengakselerasi pembinaan dan edukasi agar situasi pangan dan gizi masyarakat semakin membaik.